DIGITALISASI INFORMASI DESA: MEWUJUDKAN KETERBUKAAN DAN PELAYANAN PUBLIK BERBASIS TEKNOLOGI

08 November 2025
ABD RAHMAN
Dibaca 225 Kali
DIGITALISASI INFORMASI DESA: MEWUJUDKAN KETERBUKAAN DAN PELAYANAN PUBLIK BERBASIS TEKNOLOGI

Pada hari Jumat, 07 November 2025, bertempat di ruang pertemuan Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Kabupaten Kutai Timur, telah dilaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Operator Website Desa dalam Pengelolaan Informasi Digital. Kegiatan ini diikuti oleh para operator website dari 34 desa dan kelurahan se-Kabupaten Kutai Timur.

Suasana kegiatan tampak penuh semangat, di mana para peserta antusias mengikuti setiap rangkaian acara. Kegiatan ini diawali dengan sambutan dari Kabid Aplikasi Informatika, Bapak H. Diar Fauzi Wiranata, R.A., S.Sos., M.S., yang menjelaskan bahwa pelaksanaan Bimtek ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mendorong transformasi digital hingga ke tingkat desa. Menurut beliau, perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat harus disikapi dengan kesiapan sumber daya manusia, terutama di desa, agar tidak tertinggal dalam arus digitalisasi.

Beliau menegaskan bahwa pengelolaan website desa bukan sekadar formalitas, melainkan menjadi sarana penting dalam penyampaian informasi publik, promosi potensi desa, serta transparansi penyelenggaraan pemerintahan. “Harapannya, website desa dapat menjadi jendela informasi yang mampu memperkenalkan desa kepada masyarakat luas,” ujarnya.

Selanjutnya, kegiatan secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Kabupaten Kutai Timur, Bapak Ronny Bonar H. Siburian, S.E., M.A.P. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya keteraturan dan kerapian dalam pendataan aset desa. “Sudahkah aset kalian didata dan disusun dengan baik? Karena semua itu akan ditampilkan melalui website desa,” tuturnya di hadapan para peserta.

Beliau juga mengingatkan bahwa pengelolaan website desa harus dilakukan secara berkelanjutan dan inovatif. Dengan memanfaatkan teknologi informasi, desa dapat menampilkan berbagai potensi, kegiatan, dan informasi pembangunan yang dapat diakses masyarakat hanya dengan menggunakan telepon genggam. “Melalui website, mari kita ciptakan sinergi dan sinkronisasi informasi agar desa semakin dikenal dan berkembang,” tambahnya.

Kegiatan bimtek ini tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga diisi dengan sesi pelatihan teknis langsung mengenai cara mengelola konten website, memperbarui data, serta mengoptimalkan tampilan informasi agar menarik dan mudah diakses oleh masyarakat. Para peserta tampak antusias bertanya dan berdiskusi mengenai berbagai permasalahan yang dihadapi di lapangan terkait pengelolaan website desa.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para operator website desa dapat meningkatkan kemampuan dan kreativitasnya dalam mengelola informasi digital. Dengan demikian, website desa bukan hanya menjadi media publikasi, tetapi juga menjadi alat komunikasi, promosi potensi desa, dan sarana transparansi pemerintahan desa yang modern dan terpercaya.